Jumat, 03 April 2015

Etika Dan Profesionalisme TSI (Tugas 2)

Etika dan Profesionalisme TSI
Nama   : Nurma Yeni Yuli Lestari
Kelas   : 4 KA 40
Npm    : 15111365
Dosen  : Rifki Amalia

1. Buatlah bagan formal dari profesi teknologi informasi beserta penjelasannya.
 









OPERATOR

·         Menangani operasi sistem komputer

Tugas-tugas, antara lain :

o   Menghidupkan dan mematikan mesin

o   Melakukan pemeliharaan sistem komputer

o   Memasukkan data
o   Tugas biasanya bersifat reguler dan baku
TEKNISI KOMPUTER
·         Memiliki kemampuan yang spesifik, baik dalam bidang hardware maupun software
·         Mampu menangani problem-problem yang bersifat spesifik
TRAINER
·         Melatih keterampilan dalam bekerja dengan komputer
KONSULTAN
·         Menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan TI
·         Menberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi
·         Penguasaan masalah menjadi sangat penting
PENELITI
·         Menentukan hal-hal baru di bidang TI
·         Teori, konsep atau aplikasi
PROJECT MANAGER
·         Mengelola proyek pengembangan software
Tugas : menyakinkan agar pengembangan software
o   Dapat berjalan dengan lancar
o   Menghasilkan produk seperti yang diharapkan
o   Menggunakan dana dan sumber daya lain seperti yang telah dialokasikan
PROGRAMER
·         Kemampuan :
o   Membuat program berdasarkan permintaan
o   Menguji dan memperbaiki program
o   Mengubah program agar sesuai dengan sistem
·         Penguasaan bahasa pemprograman sangat ditekankan
GRAPHIC DESIGNER
·         Membuat desain grafis, baik itu web maupun animasi
·         Perlu menguasai web design dan aplikasi berbasis web
NETWORK SPECIALIST
·         Kemampuan :
o   Merancang dan mengimplementasikan jaringan komputer
o   Mengelola jaringan komputer
·         Tugas :
o   Mengontrol kegiatan pengolahan data jaringan
o   Memastikan apakah sistem jaringan komputer berjalan dengan semestinya
o   Memastikan tingkat keamanan data sudah memenuhi syarat
DATABASE ADMINISTRATOR
·         Mengelola basis data pada suatu organisasi
o   Kebijakan tentang data
o   Ketersediaan dan integritas data
o   Standar kualitas data
·         Ruang lingkup meliputi seluruh organisasi/perusahaan
SISTEM ANALYST AND DESIGN
·         Melakukan analisis terhadap sebuah sistem dan mengidentifikasi kelebihan, kelemahan dan problem yang ada
·         Membuat desain sistem berdasarkan analisis yang telah dibuat
·         Keahlian yang diperlukan
·         Memahami permasalahan secara cepat dan akurat
    

Etika Dan Profesionalisme TSI (Penulisan 2)

 Etika dan Profesionalisme TSI
Nama   : Nurma Yeni Yuli Lestari
Kelas   : 4 KA 40
Npm    : 15111365
Dosen  : Rifki Amalia



1.      Jelaskan dan berikan contoh masing-masing dari :
a.       Computer engineeri
b.      Computer scientist
c.       Software engineer
d.      Information spesialis

A.          Computer Engineering atau Teknik komputer, juga disebut rekayasa sistem komputer, adalah disiplin yang mengintegrasikan beberapa bidang teknik elektro dan ilmu komputer yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem komputer.
Contoh : Rangkaian Elektronik dan sistem digital, mikroprosesor dan bahasa assembler
B.           Computer Science atau Ilmu komputer atau komputasi sains (disingkat CS) adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar teoritis dari informasi dan perhitungan dan teknik-teknik praktis untuk implementasi dan aplikasi dalam sistem komputer.
Contoh :bahasa pemrograman teori penelitian pendekatan untuk menggambarkan perhitungan, sementarapemrograman komputer berlaku spesifik bahasa pemrograman untuk memecahkan masalah komputasi yang spesifik, dan interaksi manusia-komputer berfokus pada tantangan dalam membuat komputer dan perhitungan yang berguna, bermanfaat, dan universal diakses manusia.
C.           software engineer adalah orang yang menerapkan prinsip-prinsip rekayasa perangkat lunak dalam mendesain, pengembangan, pengujian, dan evaluasi perangkat lunak dan sistem yang membuat komputer atau apapun yang berisi perangkat lunak.
Contoh : pasar online masa depan yang disebut pekerjaan IT masa depan di Amerika mencoba menjawab untuk apakah padaa pada tahun 2012 akan ada lebih banyak proyek TI, termasuk software engineer, dibandingkan pada tahun 2002.
D.          Information Technology Specialist or lnformation Systems Operator-Analyst is a Military Occupational Specialty (MOS) in the United States Army. Information Technology Specialists have the responsibility of maintaining, processing and troubleshooting military computer systems and operations.
Contoh : Training, Course Information dan lain-lain
2.      Jelaskan spesialisasi keahlian komputer dan berikan contohnya
·         Hardware dan network admin sebuah jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan saat ini terutama pada perusahaan/instansi yang telah mengimplementasikan teknologi komputer dan internet untuk menunjang pekerjaan. Contonya pc, server, aksesoris, hub, router, switch, perkabelan
·         System Administrator adalah seseorang yang bekerja untuk memelihara dan mengoperasikan sebuah sistem komputer atau jaringan yang berjalan setiap harinya disebuah organisasi/perusahaan. Contoh : sistem operasi, sevices, workgroup domain, internet domain name, messaging (email)
·         Database administrator sistem basis data adalah kumpulan data yang saling berhubungan dan disimpan secara bersama tanpa adanya pengulangan data (redudansi data) contoh : oracle db, my sql dan ms-sql)
·         Programmer & System Analyst adalah Programmer adalah orang yang bertugas untuk menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancangan yang dibuat oleh system analis(lebih memahami teknologi komputer). Sistem analis adalah orang yang bertugas untuk menganalisis sistem dengan mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan pemakai serta mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan (lebih memahami aspek-aspek bisnis dan teknologi komputer). Contoh pemrograman (JSP, ASP, PHP dan C)
3.      Jelaskan dengan selengkap – lengkapnya kesempatan kerja sector telematika di Indonesia
Kondisi sektor telematika saat ini memang tidak sekritis sektor infrastruktur lainnya seperti ketenagalistrikan, jalan, dan perhubungan. Namun, jika tidak dicermati dan diantisipasi dengan saksama, mungkin sektor telematika di Indonesia hanya menjadi pasar gemuk barang-barang konsumtif yang akhirnya berpotensi meninabobokan rakyat dan melemahkan daya saing bangsa. Di samping mendorong pola hidup konsumtif, pada kenyataannya telematika sudah mulai memperburuk situasi “keliru budaya” seperti bertelepon, menonton televisi atau DVD, serta berkirim pesan singkat (SMS) sembari mengemudi di jalan raya. Suatu kondisi yang secara langsung memperparah tingkat kemacetan yang berujung kepada rasa kesal, mudah marah, dan stres pengguna jalan di kota besar. Di sisi lain, terlambatnya operator menggelar jaringan telepon tetap telah menjadikan Indonesia tertinggal. Rendahnya penetrasi telepon tetap (di bawah empat persen) yang ditingkahi oleh mahalnya tarif internet telah menutup peluang publik memanfaatkan telematika untuk memperbaiki tingkat sosial dan ekonomi mereka.Telepon seluler atau ponsel memang telah menjadi alternatif bertelekomunikasi. Namun, kesenjangan digital (digital divide) semakin melebar. Meski sudah mulai merambah ke daerah, ponsel terkonsentrasi di kota-kota besar. Tidak jarang sebuah keluarga memiliki lebih dari empat ponsel, sedangkan masyarakat di pedesaan belum memiliki akses. Tidak bisa dimungkiri bahwa perkembangan industri telematika selalu berjalan lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan pemerintah dalam menyiapkan regulasi dan kebijakan. Kondisi yang sama juga terjadi di negara maju atau negara berkembang lainnya.
4.      Bagaimana kebutuhan terhadap tenaga IT dibidang industry software baik diluar negeri maupun di Indonesia
Kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negerimaupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut :
·         Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja.
·         Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, dibutuhkan 327.813 orang
Kebutuhan tenaga IT di bidang industri software baik di dalam maupun luar negeri juga terus naik tajam. Tahun 2015 saja, misalnya, kebutuhan tenaga IT di luar negeri mencapai 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan di dalam negeri, kebutuhan tenaga IT diperkirakan mencapai 327.813 orang. Kebutuhan tenaga profesional IT di dalam negeri itu didasarkan pada proyeksi pertumbuhan industri tahun 2018 yang memiliki target produksi sekitar 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 per orang.
Sarjana IT tidak hanya bisa menjadi seorang pekerja, namun juga bisa menciptakan pekerjaan sendiri.  Para lulusan IT jika didukung dengan kemampuan berwirausaha yang cukup pasti bisa menjadi pengusaha yang sukses. Hal ini didukung oleh fakta bahwa masih minimnya produk – produk IT buatan dalam negeri. Pasti pasar akan lebih memilih untuk membeli program – program buatan dalam negeri yang jauh lebih murah dengan kualitas yang tidak jauh beda dengan produk – produk luar negeri.
“Peluang kerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada tahun-tahun mendatang, diperkirakan akan melonjak drastis, seiring kemajuan teknoogi di berbagai bidang yang membutuhkan adaptasi pasaran kerja. Kebutuhan tenaga IT di bidang industri software baik di dalam maupun luar negeri juga terus naik tajam. Tahun 2015 saja, misalnya, kebutuhan tenaga IT di luar negeri mencapai 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan di dalam negeri, kebutuhan tenaga IT diperkirakan mencapai 327.813 orang. Kebutuhan tenaga profesional IT di dalam negeri itu didasarkan pada proyeksi pertumbuhan industri tahun 2010 yang memiliki target produksi sekitar 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 per  orang. Beberapa negara maju dan berkembang saat ini memang mulai merasakan tingginya kebutuhan akan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Menurut Ir Stefanus Thomas Suhalim, Ketua STMIK ProVisi Semarang, beberapa waktu lalu, Cina saat ini menghasilkan 200 ribu tenaga kerja TIK setiap tahun. Namun demikian, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan pasar kerja TIK di Cina. Diperkirakan tahun 2008 mendatang, negara itu kekaurangan tenaga kerja TIK sebanyak 2,2 juta orang. Sementara di Amerika, mengutip laporan Information Technology Association of Amerika, pada tahun 2001 saja sudah terbuka peluang bagi 900.000 tenaga kerja di bidang itu. Namun dari jumlah tersebut.

http://bidikmasadepan.com/index.php/homepage/review_artikel/2/Gini_nih_Rasanya_Kuliah_di_Jurusan_INFORMATIKA